PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi Eksistensial, Filosofi

Ada—Tidak Ada

being–not being

Ringkasan Singkat

Isu fundamental 'ada—tidak ada' adalah pertanyaan tentang eksistensi dan non-eksistensi (kemanusiaan dan mortalitas) yang memotivasi manusia, menurut filsuf Martin Heidegger.

Konsep 'ada—tidak ada' (being–not being) adalah isu fundamental yang, menurut filsuf Jerman Martin Heidegger (1889–1976), menjadi motivasi utama bagi manusia.

Ini merujuk pada pertanyaan mendalam tentang eksistensi dan non-eksistensi, atau kemanusiaan dan mortalitas. Heidegger berpendapat bahwa kesadaran akan kefanaan dan kemungkinan 'ketiadaan' adalah inti dari pengalaman manusia dan menjadi pendorong untuk mencari makna dan otentisitas dalam hidup. Kesadaran akan kematian mendorong individu untuk menghadapi batasan keberadaan mereka dan membuat pilihan yang berarti dalam hidup mereka, bukan hanya eksis secara pasif. Ini adalah inti dari psikologi dan filsafat eksistensial, yang mengeksplorasi makna keberadaan di hadapan kehampaan.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Heidegger, M. (1962). Being and Time (J. Macquarrie & E. Robinson, Trans.). Harper & Row.
  • APA Dictionary of Psychology. (n.d.). Being–not being. Retrieved from https://dictionary.apa.org/being-not-being
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback